Monday, June 30, 2014

Susu ka bumi yang dingin namun penuh kehangatan

Tak terasa putaran waktu berlalu begitu cepat telah sampailah hampir  bulan kesembilan sudah saatnya seorang anak lahir dari sang ibu yakni pemerintah waktu yang cukup dan bukan lagi prematur. Dimana saat-saat kuliah menjadi masa-masa yang menyenangkan untuk dikenang yang sudah terekam dan ketika kepala ini menolak lupa akan semua masa 3 tahun di Bintaro, Tangerang Selatan. Ketika teman-teman sudah kembali ke tempat asal ketika jarak adalah hal yang paling sulit untuk kita taklukan dan selalu kita cemaskan. Aku menunggu keramaian yang datangnya kemarin sore, yaitu Aksemata Kmk 2014 temanya lupa yang penting Anjas!! Menari dan berirama bersama-sama juga memuji Tuhan. Bermain melatih kekompakan tim juga memecahkan persoalan sambil mencari jalan keluar. Loving, sharing, and caring. Hal itulah yang Membangkitkan kebahagiaan dan mengubur kesepian dalam-dalam walau hanya sesaat.  Bertemu dengan orang-orang yang baru bagiku yang penuh dengan luapan energi semangat di dalamnya. Menjadikan mereka sebuah ikatan nyata menjadi suatu keluarga yang kali ini saatnya kami menjadi yang dituakan kembali sesaat setelah 2011. Berkenalan dengan mereka dengan ide-ide kreatif dan segar membuat aku lupa dengan waktu tunggu yang mungkin sebentar lagi usai dimana saatnya teman-teman dari daerah kembali menuju ibukota untuk mengikuti tkd. Terima kasih teman-teman KMK 2013, Selamat datang jiwa-jiwa yang yang haus dan kini utuh menjadi KMK, semoga kalian sukses dan selalu bahagia seperti yg dikatakan alm. Fx Suyitno Jadi orang Katolik harus bahagia, jika tidak lebih baik keluar saja. Sekali lagi salam Anjas!

dari Caringin kota Bogor
Bukan kota Susu kabumi

Eusebius Fransiskus Xaverius Ryan Alexander

Tuesday, January 7, 2014

(misalkan) Aku berulang tahun di 8 Januari

hari ini rabu terakhir di bulan desember, rabu terakhir untuk tahun itu, 
hujan masih setia turun dan angin menemani layaknya kekasih memeluk sang pujaan,
Rabu itu hari Natal. 
Hujan kini seakan enggan pulang, harusnya hari itu aku berbahagia. 
Namun hujan rupanya kini malah jatuh cinta kepada bumi yang menjadikannya lautan. 
Aku sangat lelah hari itu tuan, menyapu sisa-sisa kegembiraan hujan, 
tapi tak apalah hujan pula yang membuat orang-orang berkata aku manusia tangguh. 


Seminggu lewat sudah, hujan kini enggan menampakan diri seakan baru saja berkelahi dengan bumi. Padahal waktu itu bumi sedang merayakan hari jadinya.
Aku tidak lupa hari itu adalah hari rabu, 
aku tidak lelah tapi aku tertidur layaknya berabad-abad tak tertidur. 
Aku tak sempat merayakan kegembiraan bumi rabu itu, 
rasanya tak ada akupun tak apa,
tak ada yang memperhatikannya pula,
lagipula bumi tak akan marah padaku. 


Tak terasa sudah hari ke tujuh sejak perayaan bumi . Sebenarnya aku tidak ingat hari ini adalah Rabu. Karena Rabu itu hujan tidak berbahagia, dan bumi tidak mungkin merayakan hari jadinya yg kedua dalam seminggu saja
Andaikan aku mendapat kesempatan untuk berbahagia hari ini. 
Aku berharap hari ini adalah hari Ulang Tahunku. 
Aku berharap bumi dan hujan menjadi sahabat walaupun mereka sudah tak lagi menjadi sepasang kekasih. 
Aku berharap ada waktu bagi mereka saling berkunjung yang tak begitu lama tak begitu sebentar pula. Asalkan harapku itu ditepati, 
rabu,8 Januari, hari ulang tahunku, Aku bahagia.


*kalau ini dibilang Sajak ini pasti kepanjangan tapi kalau ini dibilang cerpen pasti kependekan nilai sendiri saja.hahaha.
Selamat membaca.

Thursday, January 2, 2014

Di Dalam kereta Itu



  • di dalam kereta itu aku terbawa ke suatu tempat 
  •   di dalam kereta itu aku berdansa bersama orang yang tak kukenal 
  •   di dalam kereta itu betis tak sengaja bertemu betis dan pertemuan paha dengan paha tak terelakkan
  • di dalam kereta itu ada yang cakar-cakaran
  •   di dalam kereta itu ada yang tak sengaja berpelukan
  •   di dalam kereta itu kulihat wajah penuh peluh
  •   di dalam kereta itu aroma busuk
  •   di dalam kereta itu  ada pemburu harta 
  •   di dalam kereta itu kulihat belas kasih yang tulus seorang calon ibu
  • di dalam kereta tampak sang ayah yang menggendong anaknya 
  •   di dalam kereta itu ada sepasang sejoli dipertemukan 
  •   di dalam kereta itu ada yang tertawa dan menangis
  •   di dalam kereta itu ada tindakan asusila
  •   di dalam kereta itu ada teriak kesakitan
  •   di dalam kereta itu handphone berdering nyaring 
  •   di dalam kereta itu tampak wajah-wajah lelah tertidur 
  •   di dalam kereta itu aku berjalan menuju pintu keluar dan mengucapkan selamat    tinggal.
  •