hari ini rabu terakhir di bulan desember, rabu terakhir untuk tahun itu,
hujan masih setia turun dan angin menemani layaknya kekasih memeluk sang pujaan,
Rabu itu hari Natal.
Hujan kini seakan enggan pulang, harusnya hari itu aku berbahagia.
Namun hujan rupanya kini malah jatuh cinta kepada bumi yang menjadikannya lautan.
Aku sangat lelah hari itu tuan, menyapu sisa-sisa kegembiraan hujan,
tapi tak apalah hujan pula yang membuat orang-orang berkata aku manusia tangguh.
Seminggu lewat sudah, hujan kini enggan menampakan diri seakan baru saja berkelahi dengan bumi. Padahal waktu itu bumi sedang merayakan hari jadinya.
Aku tidak lupa hari itu adalah hari rabu,
aku tidak lelah tapi aku tertidur layaknya berabad-abad tak tertidur.
Aku tak sempat merayakan kegembiraan bumi rabu itu,
rasanya tak ada akupun tak apa,
tak ada yang memperhatikannya pula,
lagipula bumi tak akan marah padaku.
Tak terasa sudah hari ke tujuh sejak perayaan bumi . Sebenarnya aku tidak ingat hari ini adalah Rabu. Karena Rabu itu hujan tidak berbahagia, dan bumi tidak mungkin merayakan hari jadinya yg kedua dalam seminggu saja.
Andaikan aku mendapat kesempatan untuk berbahagia hari ini.
Aku berharap hari ini adalah hari Ulang Tahunku.
Aku berharap bumi dan hujan menjadi sahabat walaupun mereka sudah tak lagi menjadi sepasang kekasih.
Aku berharap ada waktu bagi mereka saling berkunjung yang tak begitu lama tak begitu sebentar pula. Asalkan harapku itu ditepati,
rabu,8 Januari, hari ulang tahunku, Aku bahagia.
*kalau ini dibilang Sajak ini pasti kepanjangan tapi kalau ini dibilang cerpen pasti kependekan nilai sendiri saja.hahaha.
Selamat membaca.
No comments:
Post a Comment