Sunday, September 9, 2018

menjelajahi Pusat Kota Batam

setidaknya buat mengisi kekosongan atau ketiadaan kesibukan mari kita menulis kembali

Apa sih ciri khas kota Batam, jembatan barelang katanya, tapi saya belum sampai kesana mungkin lain kesempatan. Akhirnya yamg membuat saya setidaknya secara sah jadi orang Batam adalah foto di tulisan welcome to batam. Tulisan ini  adanya di Batam Centre tepatnya di bukit di belakang alun-alun engku putri. Seandainya dilihat dari atas tulisan welcome to batam , alun-alun engku putri dan pelabuhan batam centre seharusnya lurus. Tulisan ini konon katanya bisa menyala di malam hari tapi saya sendiri belum pernah melihat menyala di malam hari, mungkin kalau ada acara-acara besar. Selain tulisan welcome to batam yang melegenda sekitar 50 meter ada alun-alun engku putri disana sangat luas sekali, seringkali orang menyebutnya dataran engku putri saking luasnya. menjadi simbol kemegahan pemda Batam yang tepat berada disebelah alun-alun ini, luar biasa megah dan mewah, ada lapangan basketnya ada track joggingnya, dulu ada panjat tebing tapi sepertinya sudah dicopot dan sudah tidak ada lagi. Disana banyak penjual makanan ringan seperti takoyaki atau sosis bakar dan minuman, saya juga sempat untuk bertanya-tanya dengan penjual yang ada disana, sabtu itu biasanya ramai namun karena ada acara di gelael yang menghadirkan ust. Abdul Somad, jadi sabtu ini agak sepi. Menurut saya yang harus diperbaiki dari kedua tempat disana, untuk tulisan welcome to batam dibuat semacam panggung yang pada pasti nanti berguna jika ada acara-acara musik atau pertunjukan seni dan dibenahi tempat-tempat untuk spot foto. Untuk alun-alun agar lebih ditambah lagi fasilitasnya seperti taman bermain, lapangan voli dan juga panjat tebing dibiarkan ada, tanaman-tanaman juga lebih diperbanyak dan undang juga komunitas-komunitas pecinta seni untuk mereka beraktualisasi, seperti bandung yang tak pernah kehabisan seniman, mungkin itu yang jadi peluang untuk menyaingi singapura, yaitu budaya dan seni yang tidak mereka miliki.

sebulan yang terasa sepi

Sepertinya Batam itu tidak seperti bekasi sepi jalanan enak dipakai kebut-kebutan dan sepertinya lagi masih banyak kampung yang menyebabkan terlihat kumuh dikanan kiri jalanan kampung yang kecil dan gelap rasanya berbeda dengan bekasi kota di malam hari, mungkin saya belum menemukan tempat yang benar-benar ramai di kota ini

sebentar lagi pulang
bulan agustus datang.

3 Agustus 2018

Thursday, July 19, 2018

Hari Pertama.....Batam dan Batara

Selasa, 3 Juli 2018

Untuk pertama kalinya mendarat di Batam dari pekan baru, rasanya Batam itu disana bukit disini bukit pikiran ga boleh sempit hati ga boleh sakit, lho malah pantun.
Ya Batam itu kalau di peta mungkin banyak kesamaan dengan singapura, isinya bukit-bukit, mungkin yang jadi pembeda adalah pembangunannya. Kata orang-orang bedanya bisa 20-30 tahun. Batam ini sebenarnya kota yang indah tapi banyak hal seperti bedeng-bedeng di bukit senyum, tempat yang seharusnya paling indah dan tenang untuk melihat singapura dari kejauhan. Disini juga banyak Mall layaknya kota bekasi. Secara geografis luas pulau batam sekitar 1000 km2 jika dibanding DKI Jakarta sekitar 600 km2, tapi jarak tempuh 10 km bisa dilalui dalam 15 menit di Batam, itulah bahagianya disini macet tidak terlalu banyak (hanya di beberapa lampu merah).

kembali lagi kekantor
besoknya saya baru aktif masuk kantor, kebetulan ada perpisahan dan sambutan untuk pegawai yang akan pindah dan baru datang, tiba lah sampai perkenalan ketika pasti yang ditanya nama dan asal. Ditanya nama saja sudah bingung, nama depan sudah ada dikantor ini (ryan), nama belakang juga ada (alex), akhirnya panggil saja nama depan dan belakang dengan lengkap atau panggil saja saya dengan young lex.

Saya sebagai newbie di Batam ini tidak sendirian tapi ada ACM dan RDF. Semoga kami cepat pulang ke homebase masing-masing.

beberapa hari pertama di Batam

Wednesday, June 20, 2018

Sedikit cerita dari nenek moyang Kantor Pajak di bekasi.

Jadi tulisan ini dibuat sebagai kenangan di KPP Pratama Bekasi Utara

Pada bulan puasa sekitar bulan Juli 2015 ketika sedang duduk di meja di KPP Pratama Bekasi Selatan, tepat jam 2 saya dan teman-teman saya yg ojt dikejutkan dengan pengumuman itu, hari itu hari Selasa dan saya senang 4 dari kami tidak ada yg jauh-jauh. Dekat sekali seperti lagu wali timur ke barat selatan ke utara (ngaku yang nyanyi)

Awal penempatan saya seperti biasa saja toh saya hanya geser sekitar 700 meter dari tempat lama ke lokasi penempatan definitif pertama KPP Pratama Bekasi Utara. Doa Ibu sangat manjur Guys. Saya senang bukan main, itu tempat saya melakukan praktik kerja lapangan yang sangat membuat saya dianggap muka lama yang kembali lagi saya ingat sekali waktu itu kpp ini dirampok. Namun penyambutan itu tidak pernah ada karena saya langsung diklat dasar perpajakan di Kemanggisan Jakarta. Sebulan dan tiba-tiba langsung masuk dan ditempatkan di Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan.

cerita ini sesungguhnya baru dimulai....

Awal nya saya sendiri ingin bertanya mengapa saya ditempatkan di seksi eksten ini, katanya karena saya sendiri adalah putra daerah, mungkin karena ktpnya Bekasi. Pada waktu itu diseksi ini pekerjaan pelaksana sendiri seperti account representative yang tupoksinya adalah gali potensi ya gali terus sampai wpnya bayar apalagi harus ada pencapaian target wajib pajak baru dan tugas penyuluhan. Punya target penerimaan itu berat, ya setelah belajar dari beberapa account representative maka saya beranilah buat surat tagihan pajak, surat permintaan data dan atau keterangan(sp2dk) ke wajib pajak. Dan membuat saya jadi ingat karena sp2dk itu waktu hari pertama saya masuk kantor ini, ada wajib pajak yang bertanya apakah bisa bertemu dengan pak Ryan, saya bertanya untuk urusan apa ya kepada wp tersebut. Ternyata wp itu salah karena yang dia cari sebenarnya adalah Pak Paryan kepala kantor yang menandatangani surat tersebut. Akhirnya ganti nama saja jadi Alex, besoknya ada wp cari pak alex katanya rupanya ada pegawai honorer dulunya pegawai di sini namun sudah menjadi calo namanya alex juga. jadi bingung mau nya dipanggil apa nama ryan terlalu bagus dianggap kepala kantor, nama alex dianggap terlalu jelek karena sama namanya calo. Cerita yang menggelikan lagi waktu itu saya ditugaskan untuk mengawasi wp baru dikelurahan margahayu dan saya sendiri wp baru yang ada di wilayah margahayu.
jadi kalau saya ingin konsultasi begini ceritanya:

wp : pak alex, bapak ar saya ya
fiskus: iya pak alex ada yg bisa dibantu pak alex?
wp: begini pak alex...
(lho kok gini amat ya)

kebiasaan bawa bekel

kalau banyak yang bertanya juga mengapa jarang makan diluar
pertama alasannya karena malas kedua biar hemat, ketiga makanan diluar pun seperti warteg rasanya tidak lebih enak dari masakan mama sendiri, buat apa makan diluar kalau harganya mahal tapi ga lebih enak. lalu kalau makan diluar makan apa? makan yang enak dan yang ga mama ga pernah bisa buatnya atau kalau lagi bosen.

Oya mengenai gedung...

Gedung Bekasi Utara yang kini dan dulu sepertinya tidak banyak perubahan, akan sedikit lebih rapi saja dan barang-barang sudah banyak yang masuk gudang, yang jadi horor ketika tiba-tiba hujan, langit-langitnya sudah cukup lapuk dan akhirnya ambruk, lalu konstruksi lantai dua di tengahnya juga sudah goyang , saya mendapat meja di lobby tengah ketika penempatan awal. rasanya seperti ada gempa setiap harinya. Gedung ini memang bukan seperti gedung kantor pajak, seperti gedung kelurahan lama yang designnya seperti gedung-gedung belanda hanya saja minus suara mesin ketik. sambil menunggu bangun ulang, maka perbaikan kecil-kecilan harus dilaksanakan. Gedung ini juga terkenal horor tidak ada yang mau berlama-lama atau lembur kalau sendirian kecuali mr.A. Konon katanya hal itu yang membuat dia diangkat menjadi pejabat di daerah sulawesi juli nanti, kidding.

Juragan angkot tapi gak punya angkot

Satu hal juga yang saya ingat adalah saya itu selalu ditanya oleh teman-teman yang penempatan awal di bekasi, pertanyaannya adalah angkot. kalau mau ke stasiun naik angkot apa ya? kalau ke tol timur naik apa ya? apa lagi gojek dan grab belum seramai sekarang walaupun kadang masih ada satu dua orang yang masih bertanya jalan di bekasi.

Asal usul

Menjadi orang tinggal di Bekasi itu sulit karena asal usul keluarga yang campur aduk dan 26 tahun tidak pernah menetap di luar planet bekasi, setiap orang yang belum kenal pasti bertanya, tinggalnya dimana? saya bulak kapal, mereka balas dimana itu saya jawab deket cuman 10 menit naik motor (bulak kapal dulunya adalah tempat perahu-perahu kecil berlabuh karen bekasi itu awalnya adalah rawa dan sebelahnya ada kompleks auri yang dulunya bandara buat perang yang dipakai saat penjajahan belanda dan jepang, disana ada lapangan yang dulunya dipakai buat membantai pejuang-pejuang kita katanya), lalu biasanya ada pertanyaan lanjutan yaitu asli nya darimana? saya jawab bapak saya dari Bandung ibu saya lahir di serang tapi keluarga besar dan nenek saya tinggal di Sukabumi, mereka jawab sunda dong tapi kok namanya ryan alexander, biasanya orang sunda kan namanya cecep asep dayat jajang misalnya tapi kok lu rada mirip tionghoa ya, jawab saya, gatau deh mirip andhika pratama aja gimana?setuju? Akhirnya saya jawab lagi ya Bekasi saja. Begitu lebaran mereka tanya lagi, libur lebaran kemana? saya bilang, saya ga kemana mana kok kampung saya disini kok di Bekasi. sampai cuti saja sempet-sempet nya masuk karena disuruh masuk kakapnya, ya mau (gamau) sih. Nanti ditanya setelah ditempat baru, liburan kemana lex jawab ke Singapur(na), paspor aja ga punya.

Mengenai pekerjaan...

Ada beberapa kejadian berkesan, pernah dicari-cari pejabat daerah, pernah dimarah-marahin sama biksu, pernah nyebarin pamflet di jalan tol, pernah juga ikut bantu bopong orang yang muntah-muntah dan pingsan pada saat sosialisasi, jadi rumah tangga suruh benerin apa aja juga mau(ga mau) anggap seperti wisata kuli(ner), sosialisasi, tukang sound, tukang moto, jadi bayangan ditonton kakanwil (bagi yang pernah nonton), jadi boyband korea depan dirjen, mendadak jadi tukang pos pas rame-ramenya amnesti pajak, sampe jadi pegawai pajak beneran juga mau.

Bagaimana pun saya senang dan 5 bulan terakhir ini saya puas bisa merawat gedung tua ini yang umurnya sudah 26 tahunan hampir seusia saya  (kantor aja diurus apalagi kamu?).

yang saya rindukan...

yang saya rindukan tentu saja orang tua, kata pak novie wajib telpon orang tua dulu sebelum pacar, iya pak kan saya ga punya pacar.
yang saya rindukan disini adalah orang-orangnya
dari teman sebelah meja 2 tahun bu Fery Juliantini pelaksana terbaik sekanwil jabar 3 tahun 2016, setidaknya dia adalah pembimbing saya ketika pkl dan tak terasa saya jadi rekan kerjanya sampai saya pindah seksi tahun 2018, rekan-rekan eksten yang pejantan semua
haikal, iqbal, mas annas, mas indra, mas ferdy, pak jems ada rio dan rahman yang mendahului pindah. yang pastinya tidak pernah sebaper saya dan tidak lupa kepala seksinya pak novie yang dari dia saya tahu caranya membangun atau renovasi rumah.
Selain itu selama 5 bulan terakhir sd tulisan ini ada rekan-rekan umum, ada ade dengan segala keceriaannya, karlin yang sabar menghadapi kepegawaian dan pegawai2 bekasut, kak shella yang helpful, Bu ems yang selalu suka bawain kita makanan dan baik hati, Bu sundari yang rajin, dan duet maut keuangan sri dan lucky dan juga ibu kepala seksi yang sabar Bu Wulan.
Ada juga atasan saya tidak langsung Pak bayu sebagai PPK dan tentunya Ibu besar Bu Dewi yang selama ini memberi dukungan buat kami. Tidak lupa juga teman-teman muda utara(uttaran, seingat saya yg buat namanya saya sendiri lalu nama grupnya diubah sama rangga) yg selalu bikin kangen begitu mereka kumpul. Satu lagi guru pingpong saya Pak Yesi dan teman-teman sparring partner lainnya juga rekan kerja yg sering membantu saya mas adhi.
Teman-teman angkatan 201411 yang penempatan pertama bersama-sama yang tadinya 13 orang 7 pria 6 wanita sekarang yang masih bertahan atau tertahan eyme, tia, dan ayu, sukses dan segera menyusul

Dua setengah tahun berlalu tiba-tiba ada pengumuman pengangkatan fungsional, saya dapat di Batam Utara lagi-lagi utara ada apa dengan utara (harus tanya roy kiyoshi). Bila nanya ada yg bertanya lagi pulang kemana lex lebaran/natal? ke Bekasi(jawab dengan mantap)

mungkin satu lagi kalau banyak yang bertanya mau ngapain di batam? mengapa gak cari jodoh aja di batam? kenapa gak sekalian aja buka counter hp di bekasi barang-barang batam? buka jastip dsb?

kita tunggu cerita selanjutnya di blog ini.

Ryan Alexander
sebelum pergi ke Batam
Juni 2018

Saturday, December 30, 2017

Pantun akhir 2017

Mengakhiri 2017,
Mari berpantun.
Jalan-jalan ke kota padang,
Berduaan sambil bergandengan tangan,
Tahun yang lama cukup dikenang,
Tahun yang baru penuh tantangan.
Tiga jam di jalan perut keroncongan,
Sampai di restoran hendak memesan gulai,
Yang masih menjadi angan-angan,
Semoga semua bisa tercapai.

Wednesday, December 20, 2017

Target 2018

Menghitung belasan hari menuju 2018, lalu apa yang kamu ingin dicapai lex,  kata Tuhan?

1. Mewujudkan mama minta menantu, cari-cari dulu
2. Nabung buat beli mobil dan bisa nyetirnya
3. Kuliah lagi
4. Lebih banyak bersyukur dan    menikmati hidup.

Mungkin itu saja target nya tidak perlu banyak-banyak karena beberapa target sudah tercapai dan terima kasih Tuhan telah mengabulkan keinginan dan target hidupku.

Bekasi,  20 Desember 2017
Xanderstan,

Saturday, July 1, 2017

Perpisahan yang biasa

Bagiku mutasi bagaikan makan siang,  rasanya hampir setiap hari dan menunya selalu berganti,  begitu pula dengan mutasi rasanya hampir setiap hari dan orang-orang silih berganti,  dan aku baru ingat ini aku makan di restoran utara bekasi.  Namun bagiku takkan ada cita rasa terlezat sekalipun di restoran manapun.  Seseorang berkata makan akan menjadi nikmat bukan dengan apa kita makan tetapi dengan siapa kita makan,  yang terpenting aku bisa menikmati waktu bersama kalian,  kalian yang selalu menjadi kenangan indah saat kita sedang dicerca dan dicaci maki namun selalu ada tawa dibalik semua itu, kita yang takkan terbunuh lewat kata-kata karena punya tekad yang sama,  menjadi andalan bangsa,  menjadi pion-pion kecil namun menjadi kuat karena lawan kita hanyalah raja-raja tanpa pasukan,  kita akan menang dengan mudah menghadapi segala masalah,  takkan pernah kabur dan menyerah. 

Meski kita kini berada direstoran yang berbeda jangan pernah lupakan tempat dimana kita pernah mampir disini direstoran tua ini digubuk tua ini, karena jiwa kitalah yang muda.

Untukmu jiwa-jiwa yang senantiasa muda kaum uttaran

Thursday, June 29, 2017

Kembali Pulang

Kembali pulang

Air takkan pernah mengingkari darimana ia berasal, ia hanya lupa.

Ketika sang bumi meneteskan peluhnya,  mebgalirkan buih demi buih,  dari sanalah seharusnya sadar ia menjadi penting.  Air takkan pernah tamak ketika berada dibawah bumi,  ia  dermawan dan bersahaja, memberi kehidupan bagi bumi dan isinya, menjadi penting, namun air selalu rendah hati.  Penting pula menjadi rendah hati yang tidak pernah lelah.  Bukannya air sudah lelah namun tak ada tempat lagi bagi dirinya yang mulai tumbuh kembang.  Lambat laun air pun dipaksa berpindah karena darat takkan mampu menyisakan ruang bagi dirinya,  ia murka,  ia naik ke atas lalu menghempaskan daratan, setelah itu ia mencari tempat baginya untuk menempa diri mencari jatidiri.  Ia pergi ke laut yang membuat dirinya memiliki rasa, kadang ia menjadi ombak yang keras memecah batu karang, kadang ia tenang selembut kapas.
Hidup di laut begitu singkat dan kerasnya,  nasib buruk akan mengubahnya menjadi batuan dingin yang padat,  terkekang tak bisa kemana-mana sampai bumi akan meneteskan darahnya,  membawa dirinya kembali menjadi air. Nasib baik akan membawanya terbang tinggi ke puncak tertinggi di bumi melihat semuanya dari atas sana.  Menyenangkan begitu nyaman sampai pada akhirnya ia menjadi tamak dan lupa darimana ia datang.  Ia dapat bertindak sesuka hatinya,  berkuasa atas segala  tindakannya,  kadang ia bijaksana namun tak jarang licik,  kejam,  sampai menindas semua yang ada dibawahnya sampai ia mendapat tanda bahwa kegelapan akan datang. Ketika masa gelapnya itu datang,  air pun sadar bahwa waktunya di sana pun sebentar dan tidak ada siapapun yang dapat mengubah takdir,  takkan ada yang dapat menolong.  Begitu waktunya telah tiba,  ia akan pulang kembali ke rumahnya, turun menjadi pelepas dahaga bagi mereka yang kekurangan,   turun ke tempat dimana ia akan berbagi kebaikan dan cinta kasih, dimana ia menjadi sumber kehidupan,   tempat dimana dia merasakan ketenangan, memberikan kesejukan,  meredam kobaran amarah,  dan kesengsaraan.

Air takkan pernah mengingkari darimana ia berasal,  ia hanya lupa.

Saturday, May 13, 2017

Sebuah Renungan Pensiun

Beberapa hari ini ada seorang senior kami yang baru saja pensiun,  Pak Lingga namanya,  beliau telah lulus dari masa bhakti menjadi purnabhakti.  Sangat luar biasa  mampu lulus dari semua tantangan kerja, kesehatan,  semua persoalan hidup yang mengantarnya sampai disana.  Kira-kira tahapan manusia pekerja adalah begini lahir,  sekolah/kuliah, cari kerja,  bekerja,  pensiun.  Setidaknya saya baru sampai tahap bekerja,  tahap ini paling lama kalau ditotal butuh waktu 35 tahun sampai kemasa itu masih sisa 33 tahun lagi.  Namun apa yang dipikiran kita menjadi kesusahan atau kedukaan namun disanalah ada kesukaan.  Maksudnya apa tiba-tiba saya menyambungkan saya terhadap hal itu?  Dalam 33 tahun yang bagi mereka waktu yang sangat lama,  mungkin hanyalah sebuah siklus yang ketika berangkat kerja ngantuk mengeluh,  ketika pulang capek lalu mengeluh lagi,  pada saat bekerja selalu mengeluh-mengeluh dan mengeluh, namun saya yakin kalau misal tiap hari kita tidak mengeluh maka waktu akan tidak terasa,  mungkin saya harus lebih menanamkan ini pada diri saya.  Jalankan prosesnya,  maka kamu akan menikmati segala prosesnya tersebut. Ada hal lainnya yang sangat aneh bagi semua orang ketika saya cuti saya masih datang kekantor betapa saya sulitnya lepas dari kantor mungkin karena rumah dekat kantor. 

Terlepas apa yang kita punya dan lakukan itu kita hanya berusaha tapi Tuhan yang menentukan,  Pns mana yang tidak mau pensiun secara sehat atau pns mana yang diberi umur panjang,  perjalanan masih akan sangat panjang dan saya sadar masih sangat muda dan ingin selalu muda,  sehingga saya perlu banyak belajar lagi.

Tuesday, May 9, 2017

Sang Musafir

Pedagang A datang jauh dari negeri sebrang kira-kira empat setengah ribu kilometer jarak yang harus ditempuh menggunakan perahu dan pedagang B datang jauh sekitar delapan ribu kilometer datangnya dari tujuannya itu dan terakhir dari dua belas ribu kilometer datanglah pedagang C. Mereka yang sudah datang jauh-jauh dari kampung halaman ingin meraup keuntungan sebesar-besarnya.  Pada akhirnya bukan barang daganganlah yang membuat mereka bersaing karena ditempat dagangan mereka itu ada potensi untuk berkuasa atau menjajah tempat tersebut sehingga kacaulah suasana tempat tersebut yang awalnya indah,  tenteram,  ramah,  dan teratur.  Semenjak kedatangan mereka hidup rakyat di tempat itu jadi terpecah belah,  mereka ada yang sangat berkeyakinan mengikuti pedagang A,  pedagang B,  atau pedagang C.  Mereka yang tadinya tidak terpisahkan menjadi saling memusuhi satu sama lain apalagi semenjak terjadi asimilasi kultur disana.  Dan akhirnya keturunan-keturunan itulah yang pada akhirnya berebut kekuasaan di tempat itu hingga pertumpahan darah terjadi di tempat itu selama ratusan tahun.  Namun pada akhirnya mereka sadar bahwa seharusnya kehidupan rakyat itu bukanlah sebagai barang dagangan,  keyakinan itu bukanlah barang dagangan yang takkan bisa menjadi debat,  mereka hanya perlu paham dan toleran terhadap segala perbedaan bukannya saling menguasai dan menikam karena mereka beda,  beda tempat asal, beda keyakinan. Ketika generasi baru lahir dan pada akhirnya mereka yang memiliki jiwa-jiwa yang idealis yang tidak dibutakan dengan uang yang mampu membuat mereka bersatu. Karena merek yakin mereka lahir karena darah mereka tertancap di negeri ini walaupun mereka bukan warga asli setempat.

Thursday, April 27, 2017

Pelajaran bekerja

Orang yang suka menuduh orang lain tidak bekerja sesungguhnya 70% waktu bekerjanya adalah ngomongin orang dan dipakai tidak bekerja.

Kadang kita lebih mudah menilai orang lain daripada berkaca apakah kita lebih buruk daripada seseorang

Tuesday, April 11, 2017

Tentang pekerjaan

Bekerja itu banyak tantangan dan mencari win-win solution, buat keluargaku di masa depan(penulis sedang berhalusinasi) bekerja itu tidak sepenuhnya menggunakan pikiran tetapi kadang kita mencurahkan emosi didalamnya. Dalam keadaan senang mungkin kita tidak terasa bekerja berjam-jam tahu-tahu sudah jam pulang saja, tetapi ketika kita sedang ada masalah pribadi atau pekerjaan atau mendapat teguran dari atasan maka pekerjaan ringan jadi terasa berat belum lagi di dalm kantor pasti saja ada yang bergosip ria, menjelek-jelekan orang lain atau iri dengan rekan kerjanya sendiri, selama hampir tiga atau empat tahun bekerja saya sendiri bertemu orang-orang yang punya karakter berbeda-beda tapi pada akhirnya lebih baik diam dan sambil menyelesaikan pekerjaan yang telah ditugaskan, untuk keluargaku yang kelak membaca tulisan ini maka diam adalah pembelaan diri terbaik dalam bekerja, biarkan orang lain menilai dari luar tapi pada dasarnya orang lain tidak bisa menilai inner beauty kita, yang hanya orang lain tahu hanyalah keburukan saja yang sangat mudah kita cari. Jangan lah pula mulutmu menjadi manis bila bertemu atasan atau rekan tapi kamu sebenarnya tidak ngapa-ngapain yang ada hanyalah prestasi orang lain yang kamu klaim sebagai keberhasilanmu. Berikutnya jangan menyebarkan gosip atau praduga tak bersalah, kasihan kan orang lain yang menjadi bahan omongan padahal belum tentu benar bisa jadi fitnah karena ingin dapat jabatan. Adalagi semua yang kamu tahu belum tentu membuat kamu bertambah ilmunya jadi harus ada yang di delete permanent. Selain itu kamu harus juga bisa membedakan dan membatasi wewenang yang bisa kamu lakukan mana yang tidak, jangan mau kamu menjadi korban kesalahan atasanmu dan hendaknya kamu tidak melakukan apa yang seharusnya lakukan. Pada dasarnya perintah atasan harus dilakukan sebaik-baiknya, mengapa? karena loyalitas itu yang paling susah dicari. Lalu jangan pernah kamu menolak perintah atasan, terima saja dulu perintahnya selama masih tidak melanggar hukum seharusnya dikerjakan. Karena setiap perintah adalah ujian dari atasan buat kamu terkadang mereka lupa sendiri apa yang mereka perintahkan.

Tuesday, March 21, 2017

yang lalu, perjumpaan dengan stan.

Tak pernah terpikir kalau saat itu jadi PNS atau kerja di kemenkeu, karena cita-cita saya jauh dari itu mungkin ahli geologi atau financial planner kala SMA. Masa SMA bisa dibilang masa nano-nano dimana kesenangan itu tidak berasal dari hal-hal yang mewah, kalau biasanya jaman SMA hobinya nonton di bioskop lalu makan saya dan teman-teman hobi main bulutangkis, tapi sampai sekarang ga pernah jago. Nyaris kenakalan-kenakalan Di SMA tidak kami perbuat kecuali sekali tidak ikut upacara dan ketahuan. Namun disini saya pun bimbang karena pada akhirnya harus menentukan jurusan atau kuliah dimana kah saya nanti. Saya mungkin telah berusaha mati-matian belajar tapi tidak efektif dan tertekan, saya gagal dimana-mana, impian saya, orang tua saya sirna, saya selalu ingat kata-kata orang tua saya supaya harus masuk perguruan tinggi negeri karena biaya lebih murah. Sejauh itu berapakah uang yang saya habiskan untuk bimbel disana dan disini selama tiga tahun, biaya pendaftaran disana dan disini mungkin hampir dua juta, disaat orang tua saya pun pensiun dini dari karyawan swasta, saya sedang punya ambisi namun ambisi saya itu pupus dengan tekanan-tekanan yang pada akhirnya saya harus menyerah dengan itu. Lalu ada STAN di sekitar bulan Juli yang akan melaksanakan Ujian Masuk, saya ikut, saya ingat mengapa saya bisa lulus, itu karena faktor nothing to lose, dan dalam satu bulan terakhir saya belajar bahasa Inggris secara intens, kali ini Saya menang. Saya menang karena Kelimpahan Tuhan, saya sangat bersyukur. Ternyata saya tidak perlu membayar uang pangkal ke perguruan tinggi manapun, saya waktu itu sangat bersyukur karena mama selalu mensupport untuk selalu tidak tegang dalam ujian, dan papa yang mengantarkan saya pendaftaran dan ujian naik motor  bolak-balik bekasi-bintaro.

Akhirnya tibalah saya menjadi mahasiswa STAN, tak pernah terpikir apalagi karena salah seorang teman sepertinya sangat mempersiapkan ujian ini, sehingga saya jadi nothing to lose juga karenanya, tanpa tekanan.


Sunday, March 5, 2017

IBL 2017 hanya penikmat dari layar kaca dan streaming

Tahun 2017 hobi saya menonton basket berlanjut, karena yang baru saya ikuti ini adalah liga basket professional Indonesia yaitu IBL, kebetulan juga saya seringkali update di mainbasket.com atau link ibl. Mengejutkan untuk tahun ini karena ada aturan mengenai penggunaan pemain asing yang dimana dua pemain boleh direkrut masing-masiing tim, yang satu tingginya tidak boleh lebih dari 185cm. Kebijakan ini mematikan perkembangan pemain lokal karena minimnya jam terbang, namun pengalaman pemain asing bisa ditularkan ke pemain lokal sedikitnya. Yang aneh lagi pemain naturalisasi dipersamakan dengan pemain asing, sungguh kejam, pada dasarnya mereka telah berkorban untuk mendapatkan WNI untuk dapat membela timnas atau main di liga nasional, namun keberadaan mereka malah kalah saing dengan hadirnya pemain asing yang lebih berkualitas. Yang sudah menjadi korban diantaranya brandon jawato, ebrahim eenguio lopez, anthony ray hargrove. Kebijakan ini memang membuat pemain asing pikir dua kali untuk menjadi WNI. Lalu ada masalah di draft pemain ada nya salary cap sebesar 3000 usd per bulan, sebenarnya pemain asing itu perlu dibatasi gajinya, tapi tidak serendah itu juga, walaupun sistem penggajian diberikan subsidi oleh provider kepada pihak klub namun apabila klub menyanggupi menambah gaji pemain maka, pemain berhak mendapatkan gaji yang layak, karena kualitas pemain tak lepas dari gaji yang diterimanya.
Lepas dari itu ada beberapa pemain asing yang menurut saya belum nyetel dengan permainan tim, mungkin karena over weight atau karena terlalu egois atau over confident. Contohnya pierre Henderson itu menurut sangat susah buat lari saja dan shootnya kurang bagus namun reboundnya sangat baik untuk tim sebesar aspac masih jauh dari harapan begitunya juga dengan mckinney dari cls. Pemain asing di tim kecil seperti pacific atau nsh justru membantu tim ini menjadi salah satu tim kandidat playoff,dari segi pemerataan sistem berjalan dengan bai, namun kalau pemain asing itu foul out, cedera, kehabisan tenaga maka celaka lah tim kecil itu karena ketergantungan pemain asing. Menjadi perhatian tersendiri bagaimana sistem ini akan terus dipakai atau perlu direvisi. Idealnya satu tim cukup menggunakan satu pemain asing dan bebas menggunakan pemain naturalisasi, dua pemain asing malah membunuh kehadiran pemain lokal, jam terbang menjadi sedikit, misalkan ada satu pun pasti permainan akan selalu terkunci pada satu pemain asing, apalagi dua dengan satu bigman dan satu small, yang lain hanya jadi pelengkap saja, mau lihat buktinya, silahkan lihat pertandingan all star ibl 2017 berapa angka yang dicetak pemain asing dan berapa oleh pemain lokal. Itu saja sudah all star lokal apalagi pemain non allstar lokal. Makin tenggelam. Bagaimana pun sistem pemain asing yang tepat harus digodok, mungkin boleh dua pemain asing tapi harusnya satu saja yang di court, secara bergantian masuknya sehingga ada perang taktik antar pelatih yang membuat permainan jadi seru.

Sunday, January 1, 2017

2017: Tahun karya

Menjadi PR bagi mereka yang membuat resolusi di tahun sebelumnya, lalu tidak melaksanakannya sudah jadi hal biasa, jika anda tidak punya resolusi atau target berarti anda mungkin tidak punya semangat hidup. Semakin banyak target akan semakin bagus meski tidak fokus, tapi semakin banyak target setidaknya anda akan mencapainya beberapa.

Tahun 2017 akan ada saatnya kerja, kerja, kerja. Resolusi 2017
1. Buktikan diri untuk bekerja lebih baik
2. Belajar bahasa Inggris
3. Nabung biar bisa beli mobil
4. Cari pacar hehe

2016: Fenomenal, Sebuah Milestone

Banyak kenangan di tahun 2016 yang akan sangat sulit terlupakan di januari saya berulang tahun, februari sudah sibuk dengan penyuluhan, maret digemparkan dengan efiling, april pun demikian ditengah kesibukan itu aku mengucapkan selamat tinggal kepada motor mio yang membawaku selalu menuju kantor homebase, meskipun mei dan juni tidak terlalu sibuk, tapi di bulan juli pemerintah dengan DJP nya mengeluarkan produk baru Amnesti Pajak yang berujung sibuknya kantor pajak sd akhir tahun, sedangkan Bulan agustus masih spesial karena ada 17Agustus dan penyuluhan amnesti pajak, September aku hampir saja beli rumah, tapi realisasi nya dibulan Oktober, lagi-lagi bertepatan dengan periode sibuk yang batas dari periode 2 amnesti pajak, november kita tetap disibukkan dengan amnesti pajak, Desember adalah tantangan sebenarnya saya dan teman2 dituntut untuk lebih kerja keras lagi dan lagi. Dan kembali terulang aku masuk kerja dihari cuti ku, menyenangkan bisa menutup tahun dengan rekan kantor dan menutup tahun 2016 dengan realisasi 93%. Terima kasih Tuhan atas kesempatan yang Engkau berikan.2017 semakin bersinar.

Sunday, October 16, 2016

Rumah Pertama.

Berawal dari niat beli rumah pertama di daerah Bulak Kapal Permai, akhirnya menjadi kenyataan walaupun baru lunas sekitar 7 tahun lagi. 


Jadi ceritanya begini, saya pernah beberapa kali iseng-iseng bertanya rumah dijual disekitar Bulak Kapal Permai, mengapa? bagi saya Bulak Kapal Permai itu adalah homeland, disini saya lahir, sekolah, dan kerja penempatan pertama disini juga. Lalu saya cari rumah yang kira2 murah dari type 21, type 36, type 21 hook, type 45. Beli rumah itu ngga semulus yang dibayangkan, pernah sekali ditipu masalah harga oleh penjualnya, pernah juga sudah deal tapi harta gono-gini padahal sudah ada di notaris, pernah kesalip orang karena dananya gak mnecukupi. Akhirnya setelah sekian lama kebeli juga rumah di Jalan Kerinci di Bulak Kapal Permai type 21 cocok buat keluarga awal. Rumah yang kecil berlantai 2 tapi strategis, karena sebentar lagi ada LRT, stasiun bekasi timur, Samsat, cgv blitz, deket pool damri, travel ke bdg, pool transjakarta, pool bus2 ke jawa.

Biarlah sempit karena ini adalah rumah pertama yang suatu saat akan menjadi museum kenangan didalamnya ada jerih payah didalamnya karena kelak hidup itu akan berkembang dan kita akan membutuhkan banyak ruang. 


Wednesday, September 28, 2016

membeli rumah itu jodoh-jodohan

Satu fase terberat ketika pria mulai memasuki umur 25 adalah dituntut kemapanannya. Bagi saya sendiri kemapanan seorang pria bisa diukur dari apakah dia sudah memiliki rumah. Mencari rumah itu modalnya besar, dan harus disertai planning bagaimana dananya, tempat yang strategis beserta fasum dan fasos, yang jelas mencarinya itu sulit, karena kalau kata orang jodoh-jodohan. Saat ini saya sendiri cukup pusing memikirkan yang terbaik(beruntungnya saya punya mama super yang selalu membimbing saya). Dari segi pendanaan ketika saya single mungkin akan terasa sangat ringan, tapi ketika double tentunya biaya akan selalu terasa besar. Maka dari itu mencari pasangan yang mau mengerti dirasa seperti juga halnya mencari rumah, sedikit pasangan yang benar-benar mengerti financial planning yang baik yang pasti semua perlu proses kedewasaan keuangan. Harus ada pengereman(pengendalian diri) dan jauhkan rasa egois dan nafsu. Sayangnya banyak yang seumuran saya begitu menikmati hal yang hedonis, tapi masa muda memang tidak bisa datang dua kali, your only live once. Kamu harus belajar persamaan ekonomi y=c+s/i . Menikmati hidup bukan berarti harus boros atau makan makanan mahal atau berpakaian mahal, jajanan anak sekolah pun, bisa buat kalian senang, sesekali traveling ke luar kota atau negeri sebenarnya tidak masalah tapi jangan lupakan porsi buat investasi. Jangan lupa beramal atau membantu orang lain,kelak rezeki itu lancar layaknya keran air yang terbuka, kalau keran mu saja selalu tertutup bagaimana orang lain bisa minum.

pesan untuk istri dimasa depan:
Jika saya ngga modal  bukan berarti saya ngga punya modal, saya justru menyimpan modal untuk masa depan kit kelak. Jika saya irit bukan berarti pelit, jika saya pelit saya hanya pelit terhadap diri sendiri itu semua hanya untuk kita dan anak-anak kita.

Friday, January 1, 2016

2015, petualangan baru didunia kerja part 1

Tahun 2015 adalah tahun bekerja full untuk Direktorat Jenderal Pajak sebanyak 8 bulan lamanya berada di KPP Pratama Bekasi Selatan dan 4 bulan lamanya di KPP Pratama Bekasi Utara dipotong lamanya pendidikab dan pelatihan

Banyak pelajaran juga rezeki di tahun ini. Setelah januari dan februari terasa biasa saja dengan kegiatan rutin, tiba akhirnya pada bulan maret seperti negara api menyerang. Lautan ombak manusia seperti tak pernah habisnya datang untuk berpartisipasi dalam pelaporan spt tahunan. Instruksi dari Kepala kantor dan kepala seksi untuk menawarkan wajib pajak karyawan yang ingin lapor secara online atau efiling. Sepertinya memang benar kantor ini harus dipecah karena kuantitas manusia dengan kuantitas karyawan tidak lagi seimbang, risikonya adalah pelayanan itu sendiri yang dikorbankan, tapi kita tak boleh menyerah. Tapi berbekal pasukan adik smk yang sedang praktek kerja lapangan kami bisa mengatasi semuanya, target pelaporan spt tahunan melalui internet yang 18000an ternyata berhasil dilampaui dengan jumlah yang lapor 34000an hampir dua kali lipat. Sebagai team saya rasa pelayanan KPP Pratama Bekasi Selatan waktu itu pelayanan terbaik, yang paling ramai justru sekitar tgl 18, 19, 20. Dimana saat itu SPT masa mencapai 1000 antrian dan gelombang SPT Tahunan yang tiada henti. Namun kita tidak bisa sampai akhir untuk tetap ikut dalam hajatan Tahunan ini karena dipanggil untuk Pelatihan.
bersambung

Thursday, January 8, 2015