Thursday, July 3, 2014

sebuah cita-cita, kemana aku dibawanya, Tuhan selalu hadir

Waktu kecil saya pernah berpikir bahwa pekerjaan paling mudah dan banyak uangnya itu ada dua, pertama adalah penjaga karcis tol, mengapa? karena pada saat itu saya begitu polosnya setiap mobil mau keluar/masuk tol selalu bayar kepada penjaga tol, ada pikiran bahwa yang jaga tol itu yang punya tol. Kedua adalah sopir, namanya anak laki-laki mobil-mobilan itu kan menyenangkan, dan setiap ada penumpang yang turun supirnya dikasih uang, tinggal duduk, main setir-setiran dapat uang. Begitu polosnya anak-anak belum memikirkan bagaimana arti sebuah usaha. Sama halnya ketika ATM baru saja jadi trend di Indonesia, begitu mudahnya orang ambil uang asal punya kartu, lagi-lagi saya yang masih anak-anak tidak pernah tahu uang itu berdasarkan hasil kerja keras. Ketika saya mulai masuk dunia remaja saat itu saya sedang gemar-gemarnya mengikuti perkembangan sepakbola, saya jadi punya cita-cita menjadi manajer sepakbola, dimana waktu itu saya juga gemar main game football manager atau sejenis. Tapi kenyataannya game hanyalah sebuah simulasi terlalu mudah untuk diselesaikan dengan apa yang kita mau, yang nyata dan penuh tantangan itu adalah hidup. Dan semakin dekat saya mendekati pintu keluar SMA, semakin goyah keteguhan hati saya, "saya ini mau jadi apa?" dan anehnya saya pernah bercita-cita ahli geologi karena saya hobi mengikuti berita gempa. lalu        saya  pernah bercita-cita jadi financial planner karena terpengaruh aidil akbar dan liquina hananto. Ada juga dalam hati cita-cita yang mulia menjadi guru matematika karena terpengaruh guru-guru saya Alm. Pak Muji, Pak Rinaldo, dan Pak Purwanto. Dan diantara cita-cita itu justru aku yang terdampar di STAN, dan begitu tiga tahun sudah ketika memasuki masa tunggu biarkan aku memiliki angan-angan yang baru:

1. suatu saat aku akan punya kantor sendiri entah kap ataupun konsultan keuangan
2. punya yayasan yang bergerak di bidang pendidikan agar masyarakat melek matematika dan finansial.
3. menjadi salah satu penulis artikel sepakbola yang handal, dan karena itu aku bisa berkeliling dunia

Begitu seringnya aku yang memilih aku menjadi seperti apa yang aku inginkan ke depan namun Tuhan akan selalu merencanakan. Tidak ada keinginan yang mudah yang ada adalah sebuah usaha dan proses untuk mencapai keinginan kita, begitupun dengan kebahagiaan semuanya adalah usaha dan proses hidup.
Yang jelas kemana aku nanti nya melangkah Tuhan akan selalu hadir menyertai.
Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Amin.

Bekasi, 3 Juli 2014

Ryan Alexander

Monday, June 30, 2014

Donna-donna by joan baez ost. GIE

On a wagon bound for market
There's a calf with a mournful eye
High above him there's a swallow
Winging swiftly through the sky

How the winds are laughing
They laugh with all their might
Laugh and laugh the whole day through
And half the summer's night

Donna, Donna, Donna, Donna
Donna, Donna, Donna, Don
Donna, Donna, Donna, Donna
Donna, Donna, Donna, Don

"Stop complaining", said the farmer
Who told you a calf to be?
Why don't you have wings to fly with
Like the swallow so proud and free?

How the winds are laughing
They laugh with all their might
Laugh and laugh the whole day through
And half the summer's night

Donna, Donna, Donna, Donna
Donna, Donna, Donna, Don
Donna, Donna, Donna, Donna
Donna, Donna, Donna, Don

Calves are easily bound and slaughtered
Never knowing the reason why
But whoever treasures freedom
Like the swallow has learned to fly

How the winds are laughing
They laugh with all their might
Laugh and laugh the whole day through
And half the summer's night

Donna, Donna, Donna, Donna
Donna, Donna, Donna, Don
Donna, Donna, Donna, Donna
Donna, Donna, Donna, Don

from
www.metrolyrics.com/donna-donna-lyrics-joan-baez.html

Susu ka bumi yang dingin namun penuh kehangatan

Tak terasa putaran waktu berlalu begitu cepat telah sampailah hampir  bulan kesembilan sudah saatnya seorang anak lahir dari sang ibu yakni pemerintah waktu yang cukup dan bukan lagi prematur. Dimana saat-saat kuliah menjadi masa-masa yang menyenangkan untuk dikenang yang sudah terekam dan ketika kepala ini menolak lupa akan semua masa 3 tahun di Bintaro, Tangerang Selatan. Ketika teman-teman sudah kembali ke tempat asal ketika jarak adalah hal yang paling sulit untuk kita taklukan dan selalu kita cemaskan. Aku menunggu keramaian yang datangnya kemarin sore, yaitu Aksemata Kmk 2014 temanya lupa yang penting Anjas!! Menari dan berirama bersama-sama juga memuji Tuhan. Bermain melatih kekompakan tim juga memecahkan persoalan sambil mencari jalan keluar. Loving, sharing, and caring. Hal itulah yang Membangkitkan kebahagiaan dan mengubur kesepian dalam-dalam walau hanya sesaat.  Bertemu dengan orang-orang yang baru bagiku yang penuh dengan luapan energi semangat di dalamnya. Menjadikan mereka sebuah ikatan nyata menjadi suatu keluarga yang kali ini saatnya kami menjadi yang dituakan kembali sesaat setelah 2011. Berkenalan dengan mereka dengan ide-ide kreatif dan segar membuat aku lupa dengan waktu tunggu yang mungkin sebentar lagi usai dimana saatnya teman-teman dari daerah kembali menuju ibukota untuk mengikuti tkd. Terima kasih teman-teman KMK 2013, Selamat datang jiwa-jiwa yang yang haus dan kini utuh menjadi KMK, semoga kalian sukses dan selalu bahagia seperti yg dikatakan alm. Fx Suyitno Jadi orang Katolik harus bahagia, jika tidak lebih baik keluar saja. Sekali lagi salam Anjas!

dari Caringin kota Bogor
Bukan kota Susu kabumi

Eusebius Fransiskus Xaverius Ryan Alexander