Thursday, November 6, 2014

Induction Program :Bukan perpisahan, sebuah awal menuju yang lebih baik

Tibalah kita dilantik sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Keuangan pada acara Induction Program pegawai baru 5 November 2014 walaupun sebenarnya resmi di surat terhitung mulai 1 November 2014. Begitu Menteri Keuangan Bapak Bambang Soemantri Brodjonegoro menyematkan nametag, akhirnya penantian selama setahun lebih tuntas sudah. Kita yang kembali ke kampus bersama setelah lamanya waktu tunggu itu, bersabar dan akhirnya tibalah di gerbang penantian. Kita juga merayakan seremoni setahunan wisuda itu meski jumlah kami tak lengkap seperti saat wisuda maupun yudisium bahkan ada yang telah tiada. Kita yang loyal menanti untuk melayani negeri, walaupun kita sebenarnya cukup lelah menanti.

Ada beberapa makna dibalik induction program yang diadakan 5 November 2014;
pertama adalah lahirnya benih-benih baru yang akan memimpin bangsa ini khususnya yang mengelola keuangan negara
kedua adalah kesempatan untuk menjadi birokrat yang lebih baik memperbaiki citra PNS
ketiga adalah ada suatu pertemuan dan perpisahan diantara kita sebagai alumni STAN 2010-2013

khusus untuk makna ketiga ini ada sedikit perasaan campur aduk, karena selama tiga tahun bersama saya kira masa-masa penuh tantangan ini berada di kampus. Kita mengalami beberapa ujian berat dan kita coba atasi itu semua meskipun jumlah kita tak utuh lagi. Tak ada kata selamat tinggal kemarin siang atau sore karena saya sendiri tak mau larut dalam kesedihan setelah acara itu saya langsung pulang ke rumah. Selamat berkarya teman-teman. Sampai jumpa lagi di lain kesempatan. Semangat perubahan. KERJA KERJA KERJA!!!

Thursday, October 30, 2014

mencintai mereka yang melahirkanmu.

sayangilah mereka darah dagingmu
seperti layaknya mereka esok tiada
seperti anak kecil yang rindu hadiah
Seperti kita orang dewasa menginginkan kasih sayang dan perhatian

Kecupkanlah tepat di pipi keriput  dan mulai berganti rona.
Peluklah mereka, selagi daging masih melekat di rusuk.
Ringankan lah tangan-tangan serta kaki-kaki mereka yang mulai rapuh

sudah saatnya berganti bukan, mereka bukan yang dulu lagi,
mereka harus berhenti dan istirahat,
mereka yang mulai menikmati masa-masa kerja keras tiga puluh tahun lamanya.

Saat ajal memanggil mereka untuk pulang, lupakanlah dendam serta penyesalan, kirimkan sepucuk doa, kata-kata yang menjadi tiket masuk Sorga.

Monday, October 13, 2014

katanya

katanya mau pergi dari kota ini
ya, kota pinggiran ibukota, di sini
tapi yang ada takut tak bisa kembali

katanya mau pergi semasa muda
ya, masa muda yang bahagia
tapi yang ada gelisah masa muda dirampas masa-masa tak nyaman

katanya mau pergi mencari uang yg banyak
ya, uang itu bisa membeli bermacam-macam benda dunia
tapi kamu ragu dan pelit seakan kamu besok akan dipecat

katanya kamu akan memberi dan beramal ketika kamu menghasilkan,
tapi bagaimana bisa sama diri sendiri saja kami belum tentu.

katanya ya katanya...

takut gelisah ragu yang mesti dikalahkan bukanlah sebanyak kata-kata semangat yang ada di mulut namun kenyataan dan kelakuan. Hiduplah dalam keberanian tanpa ragu tanpa takut tanpa gelisah lalu tapi tetap hati-hati.
mata harus selalu melihat segala penjuru angin, telinga harus mendengar segala suara, dan hati selalu terbuka untuk mencintai sesama dalam kasih.